Rabu, 24 April 2013

Sejarah SMA INFORMATIKA CIAMIS


*SEJARAH SMA INFORMATIKA CIAMIS*
Ketua Yayasan bapak TJ (Tatang DJauhari) Beliau menuturkan bahwa, bangunan sekolah sudah ada sejak tahun 1970. Kala itu bernama SMU Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ciamis, pada waktu itu SMU PGRI paling di segani oleh sekolah-sekolah yang lain, yang ada di Ciamis. Tapi, sayangnya pada tahun 1980-an SMU PGRI mengalami kemerosotan. yang kemudian digantikan dengan SMU Patriot, singkat ceritanya SMU Patriot pun mengalami hal yang sama dengan PGRI. Pada tahun 1990-an untuk kesekian kalinya patriotpun diganti namanya menjadi Yayasan Bakti Nusantara namun sayangnya Yayasan Bakti Nusantara, ternyata mengalami kemerosotan. nah disinilah , tonggak awal ditahun Millenium, di tahun 2000 .Seorang penggagas beridirinya SMA Plus Informatika, Beliau adalah Bapak TJ (Tatang DJauhari) akrab di panggil TJ. Yang kala itu berniat mendirikan sekolah Menengah Atas yang berbasis Ke-Informatikaan, Yang kala itu di kabupaten ciamis belum ada sekolah yang berbasis Informatika. Kemudian beliau berbicara kepada pemilik tanah dan bangunan sekolah yaitu Bapak H. Kotjon, untuk mendirikan sekolah dan alhamdulilah di ijinkan dan tanah itu tidak di perjual belikan hanya di perbolehkan untuk bidang pendidikan saja. Beliau bersama rekan-rekan yang lainya di antaranya : Bapak Mukhtar AK dan Bapak Nana Sutisna berusaha bersama-sama untuk berdirinya sekolah SMA Plus Informatika. Banyak usaha yang dilakukan sebelum nama Informatika ada, Pak TJ ditahun 2000 mengajukan ke balai penelitian dan pengembangan kurikulum (BalitBang) di bandung, nah oleh Balitbang di perbolehkan juga, Akhirnya pada hari senin tanggal 22 Oktober 2001 berdirilah yang kala itu hanya sebuah Yayasan yang bernama Yayasan Pendidikan Bina Nusantara.Setelah itu setahun kemudian barulah SMA PLUS Informatika  diresmikan oleh bupati Kab.Ciamis kala itu Bupati Ciamis dijabat oleh Bapak Oma Sasmita dan masyarakat yang ikut menyaksikan sangat antusias. SMA Plus Informatika yang mana ” Plus”  itu tentunya mempunya kelebihan selain pelajaran umum di tambah ilmu keinformatikaannya. dengan ketua yayasan Bapak Tatang DJauhari, Kepala Sekolah Bapak Nana Sutisna, dan Wakasek Kurikulum Bapak Asep Dhana Kusyaman. Tetapi Bapak nana sutisna hanya menjabat 1 tahun sebagai Kepala Sekolah dan di gantikan oleh Bapak Asep Dhana Kusyaman sampai sekarang ini.Siswa yang baru masuk kala itu berjumlah 48 siswa dibagi dalam 2 kelas, 1 kelasnya 24 orang. tahun demi tahun kondisi bangunan SMA Informatika bisa dikatakan layak tapi tidak ideal dengan bangunan yang masih terdiri dari 5 ruang bangunan yang sekarang kelas X-1 s/d kelas X-5 dan ruangan aula yang masih di tahan oleh bambu. tahun berikutnya sekolah kita mengalami penurunan jumlah siswa, masalahnya dengan kondisi ruangan. kemudian Ketua Yayasan bersama rekan yang lainya berinisiatif mengadakan pembangunan dan pembaharuan ruang belajar. ternyata siswa yang masuk ke informatika terus bertambah tahun ketahun dan menjadi sekolah favorit di Kab.Ciamis. Dengan semangat yang baru bangun terus, terus berkarya dan jayalah selalu  Informatika.

Penerimaan Siswa Baru SMA INFORMATIKA CIAMIS Tahun 2013-2014

PERSYARATAN PENDAFTARAN :A. Administrasi
    1. Mengisi Formulir Pendaftaran
    2. SKHUN Asli
    3. Foto copy SKHUN dilegalisir (2 Lembar)
    4. Foto copy Ijazah dilegalisir (2 Lembar)
    5. Foto copy Akte Kelahiran (2 Lembar)
    6. Pas Foto berwarna : 2 x 3 sebanyak 2 Lembar
                                    3 x 4 sebanyak 2 Lembar
B. Keuangan
    Biaya masuk sebesar Rp. 699. 000
    untuk membiayai sbb :
    1. Kegiatan MOPD, TKJ, dan Mata Cakap
    2. Buku Catatan Pribadi Siswa
    3. Buku Rapor Keinformatikaan
    4. Baju Keinformatikaan
    5. Seragam Olahraga
    6. Baju Batik
    7. Atribut PSAS dan Pramuka
    8. SPP bulan juli 2013 sebesar Rp. 90.000
Setiap pendaftar mendapatkan gratis Flashdisk 4 GB pendaftaran Siswa Baru : 11 Maret - 13 Juli 2013
 

INFORMASI REKRUTMEN SISWA POTENSIAL (RSP)
Bahwa RSP adalah Program seleksi untuk memperoleh Beasiswa gratis Dana Sumbangan Pendidikan.

Kategori Seleksi :
1. Ilmu Pengetahuan Umum
    - Tes Ujian Tulis Pilihan Ganda
    - Rangking 1 s.d 10 pada semester 5 di SMP/MTs
2. Ilmu Komputer
    - Tes Ilmu Komputer
    - Nilai TIK minimal 80 pada semester 5 di kelas
3. TKJ dan Skill Olahraga
    - Tes Praktek Olahraga
4. Kategori Khusus (Presentasi)
    - Melampirkan Sertifikat/Piagam penghargaan bidang akademik, Seni, Olahraga, dan lainnya. Minimal setingkat Kabupaten.

Pelaksanaan RSP :
- Gelombang I  : Minggu, 24 Maret 2013 Pkl. 08.00 Wib
- Gelombang II : Minggu, 12 Mei 2013 Pkl. 08.00 Wib di kampus SMA INFORMATIKA CIAMIS

Persyaratan Mengikuti RSP :
- Mengisi Formulir RSP
- Melampirkan Fotocopy Rapor Semester Lima Untuk Ketegori Ilmu Pengetahuan Umum dan Ilmu Komputer.
Pendaftaran RSP . . .GRATIS.

Selasa, 06 Desember 2011

Senin, 05 Desember 2011

Ciri Orang Yang Ikhlas


Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.


Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Kedudukan Ikhlas


Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”

Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.

Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”

Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

Makna Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.

Tata Cara Pergaulan Remaja


a. Mengucapkan Salam
Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut.

b. Meminta Izin
Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu

c. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

d. Bersikap santun dan tidak sombong
Dalam bergaul, penekanan perilaku yang baik sangat ditekankan agar teman bisa merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat tercela yang dibenci Allah.

e. Berbicara dengan perkataan yang sopan
Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar .

f. Tidak boleh saling menghina
Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.

g. Tak boleh saling membenci dan iri hati
Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

h. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

i. Mengajak untuk berbuat kebaikan
Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management